Monday, May 28, 2018

Pentingnya Berpikir Kreatif Dalam Hubungan Antar Manusia

Siapa yang tidak menginginkan 2 hal dalam hidup ini, sukses dan bahagia.

Setiap orang memiliki gambaran berbeda mengenai kesuksesan. Apa yang saya pikirkan tentang kesuksesan dan kebahagiaan mungkin akan berbeda dengan apa yang anda pikirkan.Tetapi, Les Giblin dalam bukunya yang berjudul The Art of Dealing with People, "ada satu faktor besar yang harus kita pelajari kalau kita ingin sukses dan bahagia. Resep umum dari semua kesuksesan dan kebahagiaan, percaya atau tidak, itu adalah orang lain."

Yap, itu adalah orang lain. Di dalam bukunya Giblin menulis dengan PD, adanya berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa jika anda mempelajari cara membina hubungan dengan orang lain, berarti anda sudah menempuh 85% dari perjalanan menuju kesuksesan dalam bisnis, pekerjaan, atau profesi apapun dan sekitar 95%, dari perjalanan menuju kebahagiaan pribadi.

Sekedar memiliki pengalaman pergaulan masih belum cukup, yang terpenting adalah bagaimana agar membina sebuah hubungan dengan orang lain, agar mereka memberikan kita kepuasan pribadi tapi disaat yang bersamaan tidak menyakiti ego-nya. Karenanya kita harus memiliki ilmu membina hubungan dengan orang lain, sehingga kita bisa saling menjaga ego.

Penyebab 90% orang gagal dalam kehidupan adalah kegagalan dalam membina hubungan baik dengan orang lain. Lihatlah sekeliling temen-temen, apakah orang yang paling sukses adalah orang terpandai atau orang dengan keahlian terbanyak? Apakah orang yang paling bahagia dan memperoleh kesenangan terbanyak dalam hidup jauh lebih pandai dari pada orang lain yang temen-temen tahu? Kalau mau berhenti dan berfikir sejenak mungkin kalian akan mengatakan bahwa orang yang paling sukses dan paling menikmati hidup, adalah orang yang pandai bergaul dengan orang lain.

Ada jutaan orang yang sombong karena merasa serba unggul atau sebaliknya minder karena serba kekurangan sehingga malu dan canggung dalam pergaulan, mereka merasa rendah diri dan tidak pernah menyadari bahwa persoalan mereka yang sebenarnya adalah persoalan hubungan antar sesama. Sepertinya banyak dari kita yang tidak pernah sadar, bahwa alasan kegagalan mereka adalah kegagalan dalam belajar membina hubungan baik dengan orang.

Apakah kalian memiliki temen dnegan tipe pemalu dan cenderung menjauhkan diri dari masyarakat?
Atau teman yang percaya pada kemampuannya sehingga suka memerintah orang lain dan mendominasi setiap pertemuan yang mereka hadiri, baik di rumah, di kantor, maupun dalam perkumpulan?
Atau mereka yang menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang dari kehidupan mereka, mereka heran mengapa karyawan mereka atau keluarga mereka tidak menghargai mereka, mereka heran mengapa orang tidak bekerja sama secara lebih suka rela, mengapa mereka harus terus-menerus memaksa orang, mereka juga sadar bahwa pada saat-saat yang sangat berarti orang yang paling ingin mereka buat terkesan justru tidak pernah memberikan persetujuan dan penerimaan yang sangat dari mereka, dan bahkan mereka berusaha memaksakan kerjasama, kesetiaan dan persahabatan. Memaksa orang agar menghasilkan sesuatu bagi mereka tetapi sesuatu yang tidak bisa mereka paksakan justru merupakan sesuatu yang paling mereka inginkan. Mereka tidak bisa memaksa orang untuk menyukai mereka, karena mereka tidak pernah benar-benar memperoleh apa yang mereka inginkan.
Karena itu betapa pentingnya ilmu menguasai seni membina hubungan dengan orang(the art of dealing with people.)

Suka atau tidak, dalam dunia modern kita tidak bisa mencapai kesuksesan atau kebahagiaan tanpa memperhitungkan orang lain. Dokter, pengacara dan wiraniaga yang menikmati kesuksesan bukanlah orang yang paling pandai atau paling ahli dalam seluk beluk pekerjaannya. Suami dan istri yang paling bahagia bukanlah mereka yang paling menarik. Coba perhatikan kisah sukses dalam bidang apapun, maka anda akan menemukan seseorang yang telah menguasai keahlian membina hubungan dengan orang. Dengan kata lain orang yang pandai bergaul dengan orang lain.

Ilmu membina hubungan dengan sesama manusia, sama dengan keahlian dalam bidang lain, dalam artian, bahwa kesuksesannya tergantung pada pemahaman dan penguasaan prinsip-prinsip dasar umum tertentu. Temen-temen tidak bisa hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi mengapa temen-temen melakukannya.

Semua orang sama namun setiap individu yang temen-temen jumpai berbeda. Kalau kalian berusaha mempelajari tipu muslihat untuk membina hubungan baik dengan setiap individu yang kalian jumpai, kalian sedang melakukan hal yang sia-sia. 

Mempengaruhi orang merupakan seni, bukan tipu muslihat. Ketika kalian memakai tipu muslihat secara dangkal dan otomatis, mungkin temen-temen kelihatannya sudah melakukan hal-hal yang sama dengan orang yang pandai bergaul, tetapi sebenarnya tidak membuahkan hasil apa-apa.

Tujuan tulisan ini adalah memberi pengetahuan yang didasarkan atas pemahaman terhadap tingkah laku manusia, mengapa orang bertingkah laku seperti yang dilakukannya. Metode-metode yang akan saya tuliskan dalam tulisan ini sudah diujikan oleh penulis asli buku the art of dealing with people pada Ribuan Orang yang menghadiri seminarnya.

Metode-metode ini bukan sekedar gagasan favorit saya tentang bagaimana sebaiknya temen-temen memilih hubungan dengan orang, tetapi merupakan gagasan yang telah terbukti tentang bagaimana temen-temen harus membina hubungan dengan orang yang ingin mempunyai hubungan baik sekaligus memperoleh apa yang kalian inginkan, ya kita semua menginginkan kesuksesan dan kebahagiaan. Sudah bukan zamannya untuk mencapai tujuan ini harus dengan memaksa orang memberikan apa yang kita inginkan. Mengemis juga tidak lebih baik karena orang tidak akan menaruh respek atau berkeinginan membantu orang yang terus-menerus menyembah; secara harfiah berkeliling dengan tangan terulur memohon agar orang lain menyukainya.

Cara sukses untuk memperoleh hal-hal yang anda inginkan dari hidup ini adalah memiliki keahlian dalam hal membina hubungan dengan orang lain.


banner
Previous Post
Next Post

0 comments: